SKA#1 Dasar | Java

Contoh kasus A artikel ke-3 untuk bahasa pemrograman java

Berikut adalah contoh kode dalam bahasa pemrograman Java untuk menghitung grade nilai seorang mahasiswa berdasarkan Studi Kasus A.

package ska.gradecalc;

public class HitungGrade {
	
	public static void main(String[] args) {		
		double bobotHadir = 0.15;
		double bobotTugas = 0.25;
		double bobotUTS = 0.30;
		double bobotUAS = 0.30;
		
		double nilaiKehadiran = 75.0;
		double nilaiTugas = 80;
		double nilaiUTS = 75;
		double nilaiUAS = 89;
		
		double nilaiAkhir = bobotHadir * nilaiKehadiran 
				+ bobotTugas * nilaiTugas 
				+ bobotUTS * nilaiUTS
				+ bobotUAS * nilaiUAS;
		
		System.out.println(nilaiAkhir);
		
		if (nilaiAkhir >= 85) {
			System.out.println("A");
		}
		else if (nilaiAkhir >= 70) {
			System.out.println("B");
		}
		else if (nilaiAkhir >= 50) {
			System.out.println("C");
		}
		else if (nilaiAkhir >= 40) {
			System.out.println("D");
		}
		else {
			System.out.println("E");
		}
	}
}

Penjelasan

Berikut adalah beberapa penjelasan tentang cuplikan kode program di atas:

  • Seluruh kode program berada pada method main (baris 5-38)
  • Bagian awal method (baris 6-14) berisi deklarasi variabel untuk menampung bobot penilaian dan nilai mahasiswa pada masing-masing komponen
  • Bagian berikutnya (baris 16) adalah kalkulasi nilai akhir mahasiswa
  • Bagian terakhir (baris 23-37) adalah block conditional untuk mencetak grade yang sesuai dengan nilai akhir mahasiswa
Series Navigation<< SKA#0 PengantarSKA#1 Dasar | Python >>

You may also like...

6 Responses

  1. Raodatul Ainu says:

    Assalamualaikum wr wb saya ingin bertanya mengenai baris ke-21 masih bingung karna tempatnya sebelum kondisi(if else) jika di taruh setelah kondisi itu bagaimana pak? Semoga mengerti dengan pertanyaan saya

  2. Alza says:

    Variabel nilaiAkhir, sejak diisi nilainya pada baris ke-16 tidak pernah berubah lagi hingga akhir program. Jika perintah pada baris 21 dijalankan/diulangi pada baris manapun setelahnya, hasilnya akan mencetak nilai yang sama.
    Coba pindah-pindah posisi perintah pada baris tsb kemudian jalankan program setiap dipindahkan, amati hasilnya pada layar.
    Jika sudah, coba juga copy perintah tersebur kemudian paste di tempat lain, amati juga hasilnya di layar bila dieksekusi.
    Jangan ragu bertanya bila masih bingung.

  3. M. Arya Susilo says:

    Alhamdulillah pak di materi ini, pertanyaan diwakili sama yang diatas.
    Jadi insya Allah pak.

  4. M. Arya Susilo says:

    Tapi pak,maksudnya di baris ke 21 itu,bisa gak kita taruh di bawah pengkondisian itu.
    Biasanya begitu kemarin2.

    • Alza says:

      Kalau masalah bisa, tentunya bisa saja. Efeknya tentu kode tersebut akan dieksekusi setelah pengkondisian. Ingat, pada prinsipnya kode dijalankan dr atas ke bawah.
      Btw jgn takut eksperimen, coba saja pindah2 kodenya kemudian jalankan. Salahpun malah akan membuat pemahaman semakin mantap. Yg membingungkan tanyakan sampai puas.

  5. M. Arya Susilo says:

    Alhamdulillah pak di materi ini, pertanyaan diwakili sama yang diatas.
    Jadi insya Allah pak.

Berikan komentar